23.1 C
Jakarta

KH. RIDWAN ABDULLAH

Published:

        ….Rumah-rumah klasik, satu-dua berdesain art-deco zona Bubutan Surabaya bukanlah semata suguhan visual arsitektur. Tempat ini menyimpan banyak kisah, romantika kala  Nahdlatul Ulama merenda sejarah peradaban Islam Nusantara. Beruntung, saya sempatkan sowan, sahabat, guru, kawan berdiskusi intens soal kesantrian, KH. Sholahuddin Azmi biasa disapa Gus Udin. Disitu juga hang out anak-anak muda ‘bandel’ progresif dalam wadah House Of Bumi Miring, komunitas nahdiyin belia asuhan Gus Udin. Kenapa menamakannya miring? Masih misteri untuk saya…..

Dari semua itu, rasa terpentingnya adalah, mengenang kakek beliau, KH. Ridwan Abdullah, salah satu mastermindfounder-pelopor alias muasis organisasi keagamaan terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama. Ia Kyai ternama, suka keliling menebar ilmu agama, pejuang kemerdekaan laskar sabilillah dan tak kalah unik, seniman lukis jempolan pencipta logo terpoputer dipakai seantero umat Islam Nusantara, logo NU.

          Siapapun mengakui, logo ini jadi yang ter-legend diantara semua logo ormas keagamaan seluruh dunia. Menyebar masif,  menyolok mata dimanapun: bordir peci sampai terpampang megah di tembok pesantren bersantri puluhan ribu. Ada di sudut venue strategis kota besar sampai pelosok pedalaman. Dipajang bangga nahdiyin struktural mulai rendahan sampai petinggi, atau dipajang hormat dirumah-rumah santri NU kultural  juga  santri abangan yang respect paham ahlus sunah wal jama’ah. Inilah keistimewaan Kyai Ridwan, karyanya paling kentara ketimbang kyai-kyai lain. Dirancang dalam imajinasi tingkat spiritual, melalui istikharah tajamkan rasa. Dari situlah detailitas logo NU berikut arti dan nilai filosofisnya diterjemahkan Kyai Ridwan untuk dinikmati sampai kini. Ia jenius dan  itu fakta!

          Soal sejarah, sosoknya strategis. Tempat lahirnya di Kampung Carikan Gang 1, Alun-Alun Contong Bubutan Surabaya tercatat jadi kantor pertama NU. Ia tercatat tandem legend bersama KH. Wahab Hasbullah di Nahdlatul Wathan, merancang strategi organisasi tersebut dan giat dalam lelaku nasionalisme berjuang demi NKRI dalam laskar Sabilillah. Sang Kyai juga intens ‘isi bensin’ santrinya, bukan bergeming di zona Bubutan tapi giat keliling ke banyak madrasah sampai warga menjulukinya Kyai keliling. Materi dakwah tak melulu soal akhirat. Kyai Ridwan inovatif, gabungkan nilai agama, pengetahuan sekuler, seni keindahan dan yang paling dibutuhkan saat itu, memprovokasi nilai-nilai nasionalisme hingga terlahir santri  mandiri, berwawasan kebangsaan dan progresif. Bisa direka, nilai-nilai patriotisme arek Suroboyo dalam pertempuran epik 10 November tak lepas dari peranannya mendidik kader.

          Kelahiran 1884 dan berpulang di 1962 ini bukan golongan seniman-ulama egois. Soal reka bentuk lambang NU, ia sreg dapat masukan kyai-kyai lain. Awal logo dengan tali yang kencang dan kokoh, disarankan jadi longgar sebagai simbol keluwesan NU dalam bersosialisasi dan adaptif di berbagai suasana. Bentuk Bumi lambangkan tempat kita berpijak dan nanti dikubur, tali dengan 99 untaian jelas bicara asmaul husna dan ikatan erat persaudaraan umat (ukhuwah islamiah). Bintang terbesar, sang bebuka nur Islam, rasulullah Muhammad S.A.W, empat bintang sahabat ternama nabi (khulafaur rasyidin), empat bintang di bawah wakil 4 mahzab plus total 9 bintang, aulia berjasa sebarkan Islam di bumi Nusantara, para wali tanah Jawa. Ada tertoreh kaligrafi Ain terbuka lambang keterbukaan ilmu dan ulama atas kebenaran. Warna hijau dan putih bukan semata estetika selera, hijau kesuburan dan putih berarti suci. Dua simpul tegak-mendatar, vertikal-horisontal hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Paling menonjol tulisan arab Nahdlatul Ulama, kebangkitan Ulama, identitas organisasi.
            Begitulah lelaku-giat KH. Ridwan Abdullah. Generasi muda NU wajib sowan napak tilas kediaman beliau. Lebih afdal diskusi dengan binaan-binaan nasab beliau dalam House Of  Bumi Miring. Siapa tahu dapat inspirasi atau lawan debat yang setimpal. Bukan begitu?

          Alfatihah untuk KH. Ridwan sang seniman jempolan muasis NU.

Related articles

Recent articles

spot_img