26.4 C
Jakarta

MELIHAT TITIK BERAT TATA KELOLA LRT JAKARTA

Published:

MASIH ingat Roberto Akyuwen, mantan analis eksekutif senior pada Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV-Otoritas Jasa Keuangan (OJK)?

Pada 15 September 2025, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LRT mengangkat Akyuwen sebagai Direktur Utama (Dirut) PT LRT Jakarta.

Pengangkatan tersebut, dengan demikian kualitas layanan LRT Jakarta saat ini sedang bergantung pada kekuatan kepemimpinan Akyuwen.

Bagaimanapun, posisi Jakarta secara khusus sedang berada di pintu masuk kota global, setelah ibu kota negara dipindahkan ke IKN Nusantara.

Bukan hanya itu. Cara berharga memindahkan orang dan barang di peradaban modern juga tidak hanya satu. Ada banyak moda transportasi.

Antara kota global dan solusi mobilitas publik di Indonesia, LRT Jakarta masuk dengan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Terbaik secara apa? Ini; ketepatan waktu. “Ketepatan waktu kita rata-rata sepanjang tahun adalah 99,9 persen. Ini paling tinggi di antara layanan kereta api mana pun, dan paling tinggi pula jika dibanding moda transportasi lain,” katanya kepada FORUM.

“Saya tidak menggunakan terminology ‘meningkatkan’, tapi ‘menjaga’ atau ‘mempertahankan’ kualitas layanan,” tambahnya lagi, “Karena standar layanan yang disediakan oleh LRT Jakarta saat ini relatif sudah tinggi.”

Melihat komitmen Akyuwen mempertahankan kualitas layanan, melihat pula sentuhan kepemimpinannya dalam mengelola tantangan di internal LRT Jakarta. Menjaga sebuah standar memang bukan berarti semuanya aman.

Soal tata kelola, contoh; mulai dari peningkatan aktivitas operasional dan bisnis, hingga penggunaan anggaran atas peningkatan aktivitas tersebut.

Makanya, “Penguatan tata kelola sangat penting, karena aktivitas penggunaan anggaran untuk keperluan operasional, serta untuk keperluan pengadaan barang dan jasa yang pasti mengikuti peningkatan aktivitas operasional dan bisnis.”

Akyuwen mengaku, pengadaan barang dan jasa bukan hanya merupakan kegiatan sangat vital dalam mendukung operasional perusahaan. “Tetapi, di sini juga sekaligus tempat di mana terjadinya pelanggaran hukum dari operasional perusahaan.”

Memang. Tidak semua penyerapan anggaran memiliki catatan administrasi yang menunjukan adanya standar kelayakan proporsional.

Semua orang tahu; PT LRT Jakarta adalah satu dari tujuh anak usaha PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Tapi tidak semua orang tahu, kalau penyerapan anggaran di LRT Jakarta cenderung tidak proporsional.

Dalam tahun berjalan, Akyuwen menambahkan lagi, itu sangat minim di awal tahun, meningkat di tengah tahun, dan menumpuk di kahir tahun.

“Akibatnya, beban-beban administrasi itu sering terjadi di akhir tahun.Jangan lupa, kalau beban administrasi menumpuk, itu kemungkinan akan terjadi kekeliruan atau orang akan melakukan kenakalan juga bisa besar sekali.”

Akyuwen pun membuat kebijakan strategis, dengan langkah terobosan untuk memastikan system monitoring atas penggunaan anggaran.

“Sekarang, saya membuat strategi review meeting, yang tadinya dua kali menjadi tiga kali. Artinya, saya membuka ruang untuk melakukan monitoring, bagaimana anggaran di setiap unit kerja, di setiap devisi, itu dipantau lebih dini.

Di mana ada kelalaian prosedur, di sana ada ketidakjelasan batas kewenangan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kinerja perusahaan.

Makanya, Akyuwen merinci kebijakan meningkatkan tata kelola LRT Jakarta, yang diarahkan untuk membenahi prosedur pengadaan barang dan jasa.

Ia pun berbenah. Membuat prosedur menjadi lebih sederhana. “Tahap-tahapnya dibuat lebih simpel, pengambilan keputusannya diperjelas, siapa bertanggung jawab atas hal apa, sampai batas kewenangan berapa rupiah, dan sebagainya.”

Selain meningkatkan kualitas prosedur, sertifikasi-sertifikasi, dalam perbaikan tata kelola itu juga dilakukan otomasi-otomasi, digitalisasi, untuk membuat semua tahapan dan prosedur memiliki rekam jejak digital.

“Contoh, untuk membeli barang barang yang relatif murah harganya, misalnya di bawah 100 juta, dikembangkan E-katalog. Jadi orang kalau mau memberi barang, sudah ada daftar harganya. Beli saja dari situ.”

Juga, “Dikembangkan iProcurement, di mana semua perusahaan yang ingin ikut lelang di LRT Jakarta, tahap pertama harus mendaftar di webside. Sehingga bisa dilacak track recordnya.”

Jelas. Semua tahapan dilakukan dengan mekanisme digital sehingga pemasukan dokumen, pemeiksaan dokumen, penyaringan pemenang dan sebagainya, itu dilaksanakan by system.

“Sehingga, keputusan-keputusan yang diambil, kelak tertanggung jawab secara sistematis. Perbaikan tata kelola juga berfokus pada mekanisme untuk melakukan check and recheck. Itu titik berat terkait tata kelola LRT Jakarta.”

Ia juga mengaku; call center yang tadinya belum maksimal, yang sebelumnya masih sewa di tempat lain, “Sekarang kita sudah punya call center sendiri.”

Seperti halnya faktor sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di belakang ketepatan waktu, peningkatan intensitas komunikasi sinergintas juga dikuatkan.

Misalnya, intensitas komunikasi dengan Trans-Jakarta, hingga bagaimana karyawan dimotivasi, diberikan insentif, diaktivasi, “Supaya mereka bekerja lebih antusias, lebih bugar dan siap mengawal kualitas layanan.”

Tak cuma sampai di situ. “Di loby LRT Jakarta, bagian pengamanan kita juga punya wall room, untuk bisa melihat semua stasiun dengan sisi tv, dalam rangka meningkatkan kemampuan memonitor semua operasional, sebagai bukti perbaikan tata kelola.”

Seiring bertambahnya skala bisnis, Akyuwen juga berupaya mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki LRT Jakarta. Mulai dari sewa menyewa lahan, untuk pemasangan iklan, hingga bentuk kerja sama bisnis lainnya seperti pemasangan vending-vending mesin di stasiun, atau pembuatan event.

Tahun ini, Akyuwen menetapkan dua kata kunci untuk semua insan LRT Jakarta, yakni, bekerja dengan antusias, dan bekerja dengan penuh kedisiplinan.

“Antusias dalam hal pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tugas pokok dan fungsinya, dan disiplin, terutama dalam konteks pemanfaatan anggaran.”

Antara bekerja dengan antusias dan bekerja dengan penuh kedisiplinan, Akyuwen yang juga mantan Kepala OJK Jabodetabek, menggarisbawahi visi LRT.

Yakni, LRT Jakarta sebagai solusi mobilitas publik terbaik di Indonesia, yang relatif sudah dibuktikan, dengan memiliki indikator-indikator layanan yang tinggi.

“Mau pesawat, mau bus, semua tidak ada yang ketepatan waktunya seperti LRT Jakarta. Standar pelayanan minimum, hasil survey kepuasan konsumen, kita senantiasa tinggi.”

Saat ini, LRT Jakarta sedang dalam proses mendapatkan tambahan lima stasiun dari Ramawamangun ke Manggarai. Sementara itu, LRT Jakarta melayani 1,4 juta penumpang setiap tahun, atau 4 ribuan per hari.

“Nanti bisa 24 ribu per hari, karena ada tambahan lima stasiun dari Rawamangun ke Manggarai.” Dengan begitu, penguatan di SDM, penting kepada insan LRT Jakarta supaya siap melayani rute baru yang penumpangnya jauh lebih besar.

Saat pertama menjabat sebagai analis eksekutif senior pada Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV-OJK, Akyuwen kepada FORUM meyisihkan nuansa kelakar teman-temannya, bahwa, ia diberi amanat selalu untuk hal-hal yang almost impossible.

Sekarang? Melihat kota global yang harus diisi dengan standar peradaban layanan tepat waktu, melihat pula titik berat tadi yakni di tata kelola.

Sampai pada penguraian tata kelola, veteran microfinance ini mengaku senang sebagai orang keuangan saat pertama kali diangkat sebagai Dirut LRT Jakarta.REDAKSI FK

Related articles

Recent articles

spot_img