26.4 C
Jakarta

Tag: ET Hadi Saputra

Kawasan Timur Tengah kini berada dalam fase ketidakpastian tertinggi menyusul rangkaian operasi militer presisi dan serangan balasan lintas batas yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Laporan yang dihimpun hingga Senin pagi menunjukkan adanya perubahan...
JAKARTA – Di puncak perbukitan Hambalang, Bogor, sebuah sejarah baru sedang ditulis dengan tinta nasionalisme yang tebal. Namun, di saat yang sama, radar intelektual global dari Washington hingga Chicago terus memantau dengan tatapan skeptis. Dua nama...

Makelar dan Pejabat Pengkhianat Bangsa

JAKARTA – Di balik hingar-bingar narasi kemandirian ekonomi yang sering didengungkan di podium-podium megah, sebuah pola sistemik yang sangat rapi dan mencurigakan kini mulai...

105.000 Pikap India dan Skema “Barter” CPO: Siapa yang Diuntungkan?

Praktik "Barter Kedaulatan" ini membuktikan bahwa nurani kebijakan ekonomi kita sedang berada dalam sandera kepentingan modal besar. Jika hukum tata niaga hanya dipandang sebagai instrumen transaksi politik, maka kemandirian industri nasional hanyalah ilusi yang sengaja dipelihara di atas panggung sirkus birokrasi. Publik berhak menuntut transparansi atas setiap lembar nota kesepahaman yang diteken di balik pintu tertutup, sebelum pilar ekonomi kita benar-benar roboh akibat ketamakan yang dilegitimasi oleh regulasi.

Sirkus Zakat: Menguji Konstitusionalitas Dana Umat

Pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengenai mobilisasi dana Zakat dan Wakaf untuk menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai 335 triliun rupiah bukan sekadar...

Sirkus Surpres: Kejujuran yang Batal di Meja Legislasi

Ramadan seharusnya menjadi bulan di mana kejujuran menjadi mata uang tertinggi dalam pergaulan sosial maupun bernegara. Namun, panggung politik kita justru mempertontonkan sirkus narasi...

Laba Digital di Atas Prahara Ekonomi Rakyat

Oleh: E. T. Hadi Saputra Laporan kinerja keuangan perbankan yang dirilis sepanjang pertengahan Februari 2026 ini menyisakan ironi yang menyesakkan dada. Di tengah keluhan kelas...

Satu Senter Melawan Mesin Uang Haram

Seorang nenek tua renta dibuang ke semak karena dianggap menghalangi mesin pengeruk emas adalah bukti paling valid bahwa di negeri ini, harga satu nyawa manusia jauh lebih murah dibandingkan harga satu drum solar subsidi yang dikencingi ke tangki alat berat. Kita sedang tidak membicarakan kriminalitas jalanan, melainkan sebuah sirkus peradaban di mana hukum hanya tajam kepada mereka yang tidak punya nomor ponsel orang penting.

NO PRIDE, NO RESPECT

Seringkali kita mendengar dialog yang sekilas terdengar lumrah namun sarat akan masalah: "Wah, pasangannya bule ya? Demi perbaikan keturunan!" Kalimat ini sering diucapkan tanpa beban, seolah menjadi pembenaran logis untuk sebuah pernikahan lintas ras. Namun, jika kita bedah lebih dalam, frasa "perbaikan keturunan" sebenarnya adalah sebuah penghinaan terselubung terhadap identitas diri kita sendiri.

Dewi Sartika Keluarga Outlaws Pemberani

….”Nya atuh Uwi  , ari Uwi panting jeung kekeuh hayang mah, mugi-mugi bae dimakbul ku Allah nu ngawasa sekuliah alam, urang nyoba-nyoba nyien sakola...

Skandal Tengkulak Karbon dan Nasib Rakyat

Sudahkah kita benar-benar menyelamatkan bumi atau hanya sedang sibuk memindahkan angka-angka dari kantong donor ke brankas birokrat di Jakarta sementara masyarakat adat di pedalaman...

Strategi Wangi, Dompet Pagi

Ternyata ijazah mentereng itu bukan jaminan gerai kopi bisa tetap wangi. Membayar mahal orang pintar untuk merusak bisnis adalah sebuah seni yang hanya bisa...

Berkurangnya Hutan Sumatera

Mari kita bicara santai sejenak. Anggap saja kita sedang duduk di kedai kopi, menyeruput robusta Lampung, sambil memandang peta Sumatera. Bukan peta wisata. Tapi...

Gerbang Logistik Kriminal: Ketika Private Air Cargo Mengalahkan Kedaulatan Negara

Jika Anda berpikir penyelundupan logam mahal hanya terjadi di pelabuhan kecil yang kumuh, Anda salah besar. Justru, kejahatan paling rapi sekarang terjadi di terminal...

Recent articles

spot_img